Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan bahwa proyek pembangunan jalan Sipiongot yang telah dinanti selama 81 tahun kini resmi dimulai. Jalan ini direncanakan menjadi tulang punggung transportasi di bagian utara provinsi, menghubungkan wilayah‑wilayah strategis dan membuka akses bagi ribuan penduduk.
Proyek mencakup tiga ruas jalan provinsi, yaitu:
- Jalan Sipiongot – Tanjung Balai (sekitar 22 km)
- Jalan Sipiongot – Kualanamu (sekitar 18 km)
- Jalan Sipiongot – Kabanjahe (sekitar 27 km)
Total panjang jaringan yang akan dibangun mencapai sekitar 67 kilometer dengan alokasi anggaran Rp 1,2 triliun. Pendanaan bersumber dari APBN, dana provinsi, serta dukungan kemitraan publik‑swasta.
| Ruas Jalan | Panjang (km) | Anggaran (Rp) |
|---|---|---|
| Sipiongot – Tanjung Balai | 22 | 450 miliar |
| Sipiongot – Kualanamu | 18 | 350 miliar |
| Sipiongot – Kabanjahe | 27 | 400 miliar |
Pembangunan direncanakan dimulai pada kuartal ketiga 2024 dengan target penyelesaian akhir tahun 2026. Tim pelaksana mengantisipasi tantangan seperti kondisi geografis berbukit, proses perolehan lahan, serta cuaca tropis yang dapat mempengaruhi progres.
Manfaat yang diharapkan antara lain:
- Meningkatkan konektivitas antar‑kecamatan, mempercepat distribusi barang dan jasa.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan akses pasar bagi petani dan pelaku UMKM.
- Menarik investasi sektor pariwisata, khususnya di kawasan wisata alam sekitar Sipiongot.
- Menciptakan lapangan kerja selama fase konstruksi dan operasional.
- Menurunkan biaya transportasi bagi masyarakat dan mengurangi tingkat kemacetan.
Gubernur Nasution menambahkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur Sumatera Utara, selaras dengan agenda nasional untuk memperkuat jaringan transportasi dan mendukung kesejahteraan rakyat.