Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Jakarta, 26 Juni 2024 – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya lima anggota militer yang sedang mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil). Menurutnya, tragedi tersebut menimbulkan pertanyaan serius tentang metode pembentukan mental yang selama ini diandalkan oleh institusi pertahanan.
Pigai menegaskan bahwa pembentukan karakter dan mental prajurit tidak boleh semata-mata bergantung pada latihan fisik atau keras yang bersifat militeristik. Ia menambahkan bahwa pendekatan yang lebih holistik, meliputi pendidikan psikologis, nilai-nilai kemanusiaan, dan pelatihan kepemimpinan berbasis etika, harus menjadi landasan utama.
Dalam pernyataannya, Menteri HAM meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur Latsarmil, termasuk:
- Peninjauan kembali standar keamanan dan kesehatan peserta.
- Pengkajian ulang kurikulum mental yang menekankan keseimbangan antara disiplin militer dan kesejahteraan psikologis.
- Peningkatan peran profesional kesehatan mental selama pelatihan.
- Pengawasan independen oleh lembaga terkait untuk memastikan kepatuhan standar.
Ia juga mengajak semua pemangku kepentingan, termasuk TNI, Kementerian Pertahanan, dan lembaga HAM, untuk berkolaborasi dalam merumuskan kebijakan yang lebih manusiawi tanpa mengorbankan kesiapan operasional.
Kasus meninggalnya lima peserta Latsarmil menambah tekanan publik terhadap aparat militer untuk memperbaiki prosedur pelatihan. Pemerintah berjanji akan menindaklanjuti rekomendasi tersebut dalam rapat koordinasi lintas kementerian yang dijadwalkan dalam waktu dekat.