Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Yuda Turana, Rektor Universitas Katolik Atma Jaya, baru-baru ini diumumkan masuk dalam jajaran 5 persen teratas ilmuwan global menurut indeks SciRank Global 2025. Pengakuan ini menandai pencapaian akademik dan penelitian yang signifikan bagi institusi serta meningkatkan profil Indonesia di kancah ilmu pengetahuan internasional.
SciRank Global merupakan lembaga independen yang menilai ilmuwan berdasarkan tiga pilar utama: produktivitas publikasi, dampak sitasi, dan kolaborasi internasional. Penilaian dilakukan dengan algoritma berbasis data bibliometrik dari database terkemuka seperti Scopus dan Web of Science.
Berikut ringkasan kriteria penilaian SciRank Global 2025:
| Kriteria | Bobot |
|---|---|
| Jumlah publikasi di jurnal terindeks | 40% |
| Jumlah sitasi per publikasi | 35% |
| Kerjasama lintas negara (ko‑author) | 15% |
| Penghargaan atau paten internasional | 10% |
Dalam penilaian tersebut, Yuda Turana memperoleh skor total 87,2 poin, menempatkannya di atas ambang batas 85 poin yang diperlukan untuk masuk dalam 5 persen teratas. Pencapaian ini didukung oleh lebih dari 120 artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal bereputasi, lebih dari 2.400 sitasi, serta partisipasi dalam proyek kolaboratif bersama universitas-universitas di Amerika, Eropa, dan Asia.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan tim peneliti Unika Atma Jaya dan kebijakan institusi yang menekankan pada riset terapan. Rektor Yuda Turana menyatakan, “Pengakuan ini merupakan bukti bahwa ekosistem penelitian di Indonesia mampu bersaing di level global. Kami akan terus memperkuat jaringan kolaborasi serta meningkatkan kualitas publikasi demi manfaat masyarakat luas.”
Penghargaan SciRank Global 2025 diharapkan menjadi motivasi bagi dosen dan peneliti lain di tanah air untuk meningkatkan kualitas riset, memperluas jaringan internasional, dan berkontribusi pada solusi tantangan global.