Setapak Langkah – 28 Juni 2026 | Yusril Ihza Mahendra, tokoh politik sekaligus pakar hukum, mengimbau generasi muda Indonesia untuk memperdalam pemikiran para pendiri negara, terutama Mohammad Natsir, demi memperkokoh nilai kebangsaan dan demokrasi.
Ia menekankan bahwa karya dan gagasan Natsir—seperti pemahaman tentang dasar negara Pancasila, pluralisme, kebebasan beragama, serta peran pentingnya dalam pembentukan kabinet pertama—merupakan referensi krusial bagi pemuda masa kini.
Di era digital yang dipenuhi arus informasi cepat dan misinformasi, Yusril berpendapat bahwa kesadaran sejarah menjadi landasan kritis untuk menghindari erosi identitas kebangsaan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia memberikan beberapa langkah konkret bagi generasi muda:
- Membaca buku-buku karya Mohammad Natsir dan literatur tentang pemikiran pendiri bangsa.
- Mengikuti kuliah umum atau seminar yang membahas sejarah politik Indonesia.
- Berpartisipasi dalam diskusi kelompok di kampus atau komunitas sosial.
- Memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan nilai-nilai kebangsaan secara positif.
Yusril berharap bahwa dengan menginternalisasi nilai-nilai tersebut, generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip pendiri bangsa, menjaga persatuan, serta memperkuat institusi demokrasi di Indonesia.