Setapak Langkah – 28 Juni 2026 | Kementerian Perhubungan menegaskan komitmen untuk mempercepat proyek perpanjangan jaringan Kereta Rel Listrik (KRL) dari Cikarang menuju Cikampek. Proyek ini sebelumnya direncanakan selesai pada akhir 2025, namun kini target penyelesaian dipercepat menjadi akhir 2024 guna menanggapi pertumbuhan mobilitas di kawasan industri Jawa Barat.
Berikut poin‑poin penting terkait percepatan proyek:
- Anggaran: Total biaya diperkirakan mencapai Rp 6,2 triliun, dengan tambahan dana Rp 1,2 triliun dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024.
- Jadwal: Pekerjaan tanah dimulai Juli 2024, pemasangan rel dijadwalkan selesai pada September 2024, dan uji coba operasional direncanakan November 2024.
- Manfaat: Mengurangi waktu tempuh rata‑rata dari 45 menit menjadi 30 menit, menurunkan tingkat kemacetan jalan tol sekitar 20 %, serta meningkatkan aksesibilitas bagi pekerja industri di kawasan Cikarang, Jababeka, dan Kawasan Industri MM.
Pemerintah juga menyiapkan program integrasi tiket dengan layanan Transjakarta dan KRL lainnya, sehingga penumpang dapat berpindah moda tanpa harus membeli tiket terpisah. Selain itu, sejumlah stasiun baru akan dilengkapi fasilitas ramah disabilitas, area parkir sepeda, dan ruang komersial untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.
Proyek ini dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) serta konsorsium kontraktor yang dipilih melalui lelang terbuka. Pengawasan ketat dijalankan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan untuk memastikan kualitas dan kepatuhan terhadap jadwal.
Jika selesai tepat waktu, perpanjangan KRL Cikarang‑Cikampek diharapkan menjadi tulang punggung transportasi massal yang dapat menurunkan ketergantungan pada kendaraan pribadi, mendukung pertumbuhan ekonomi regional, serta memperkuat konektivitas antar‑kota di Jawa Barat.