Setapak Langkah – 27 Juni 2026 | CENTCOM, komando pusat militer Amerika Serikat, menyatakan telah melancarkan serangan balasan terhadap target militer Iran setelah serangan yang dilancarkan oleh pihak Teheran terhadap sebuah kapal dagang di Selat Hormuz.
Serangan Iran pada kapal tersebut menewaskan atau melukai kru serta mengganggu aliran perdagangan minyak strategis, memicu protes keras dari Washington yang menuduh Tehran melanggar hukum internasional.
Menanggapi, pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melaporkan mereka berhasil menembakkan roket ke posisi pasukan Amerika yang berada di wilayah tersebut, menegaskan bahwa mereka telah melukai sejumlah tentara AS dan menyiapkan pertahanan lebih lanjut.
Berikut kronologi singkat peristiwa:
- 08:00 WIB – Kapal dagang diserang di Selat Hormuz, menyebabkan kerusakan pada badan kapal.
- 09:30 WIB – CENTCOM mengumumkan operasi balasan, menargetkan instalasi militer Iran.
- 10:15 WIB – IRGC mengklaim menembakkan roket ke posisi pasukan Amerika, melaporkan korban luka.
- 11:00 WIB – Kedua pihak menyiapkan pernyataan resmi, meningkatkan ketegangan diplomatik.
Insiden ini memperuncing ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, mengingat sejarah panjang konfrontasi militer di kawasan Teluk Persia. Para pengamat menilai bahwa eskalasi lebih lanjut dapat mengganggu pasar energi global dan menimbulkan risiko konflik berskala lebih luas.
Komunitas internasional, termasuk PBB dan sekutu-sekutu regional, menyerukan dialog untuk meredam situasi. Namun, kedua belah pihak tampak masih bersikap keras, dengan AS menegaskan haknya melindungi jalur perdagangan dan Iran menolak campur tangan luar.
Jika ketegangan berlanjut, kemungkinan dampak yang dapat muncul antara lain: kenaikan harga minyak mentah, penurunan kepercayaan investor di pasar energi, serta peningkatan operasi militer di wilayah tersebut.