Setapak Langkah – 27 Juni 2026 | Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) meluncurkan program kolaboratif untuk memperkuat karakter dan kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Program ini melibatkan sekitar seribu taruna Akademi Militer (Akmil) yang akan berperan sebagai mentor, pelatih, dan contoh teladan bagi peserta didik.
Inisiatif ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, rasa tanggung jawab, serta etika sosial sejak usia dini. Kegiatan utama mencakup pelatihan fisik, workshop kepemimpinan, serta sesi pembinaan moral yang dipandu langsung oleh taruna Akmil.
Berikut rangkaian kegiatan utama yang akan dilaksanakan:
- Pelatihan Kedisiplinan: Taruna mengajarkan tata tertib, manajemen waktu, dan kebiasaan hidup sehat.
- Workshop Kepemimpinan: Sesi interaktif yang mengajarkan cara memimpin tim, mengambil keputusan, dan menyelesaikan konflik.
- Program Kebersamaan: Kegiatan outdoor, seperti trekking dan permainan tradisional, untuk memperkuat ikatan antarsiswa.
- Sosialisasi Nilai Kebangsaan: Ceramah tentang sejarah bangsa, Pancasila, dan pentingnya kontribusi sosial.
Program ini dijalankan di lebih dari 150 Sekolah Rakyat tersebar di seluruh provinsi, dengan masing-masing sekolah menerima tim taruna berjumlah 6-8 orang. Setiap tim bertugas selama satu semester akademik, memastikan kontinuitas pembinaan karakter.
Sementara itu, Letnan Kolonel (Purn) Agus Pratama, komandan unit taruna yang terlibat, menekankan pentingnya peran taruna sebagai agen perubahan. “Kami bukan hanya mengajar, melainkan juga belajar dari semangat dan kreativitas siswa,” jelasnya.
Target jangka panjang program ini adalah meningkatkan indeks karakter siswa, menurunkan angka kenakalan remaja, serta menyiapkan generasi yang siap berkontribusi pada pembangunan nasional. Evaluasi akan dilakukan setiap tiga bulan melalui kuesioner, observasi lapangan, dan laporan kemajuan masing-masing tim taruna.