Setapak Langkah – 25 Juni 2026 | Pada penutupan perdagangan Kamis, 25 Juni 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat tipis sebesar 9 poin, atau sekitar 0,05%, mencapai Rp17.943 per dolar. Penguatan ini bertepatan dengan lonjakan signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup naik hampir 2%.
Penguatan rupiah dipicu oleh beberapa faktor utama. Pertama, data inflasi domestik yang menunjukkan penurunan tekanan harga memberi ruang bagi Bank Indonesia untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih longgar. Kedua, aliran masuk dana asing ke pasar saham Indonesia meningkat setelah munculnya sinyal stabilitas politik dan kebijakan fiskal yang mendukung pertumbuhan. Ketiga, harga minyak dunia yang mengalami penurunan memberi dampak positif pada neraca perdagangan, memperkuat mata uang nasional.
Sementara itu, IHSG mencatat kenaikan sebesar 1,96% pada penutupan, dipimpin oleh sektor keuangan, infrastruktur, dan konsumer. Berikut rangkuman pergerakan utama indeks pada hari itu:
| Sektor | Pergerakan |
|---|---|
| Keuangan | +2,3% |
| Infrastruktur | +2,0% |
| Konsumer | +1,8% |
Para analis pasar menilai bahwa kombinasi penguatan mata uang dan sentimen bullish di bursa saham dapat meningkatkan kepercayaan investor domestik dan asing. Namun, mereka juga memperingatkan bahwa volatilitas global, terutama terkait kebijakan suku bunga di Amerika Serikat, tetap menjadi faktor risiko yang harus dipantau.
Secara keseluruhan, penguatan rupiah dan lonjakan IHSG pada hari itu mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia yang semakin stabil, meski tetap dipengaruhi oleh dinamika eksternal.