Setapak Langkah – 25 Juni 2026 | Sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mengubah limbah kulit pisang menjadi produk bernilai ekonomi, seperti es krim berbasis pisang dan pupuk organik. Inisiatif ini merupakan bagian dari program pembelajaran kewirausahaan yang digabungkan dengan mata pelajaran kimia dan biologi.
Proses produksi dimulai dengan pengumpulan kulit pisang dari kantin sekolah dan rumah tangga sekitar. Kulit yang telah dicuci bersih kemudian diproses melalui beberapa tahap:
- Pengeringan dan penghancuran kulit menjadi serbuk halus.
- Pencampuran serbuk dengan bahan baku tambahan (susu, gula, atau bahan organik lainnya) untuk pembuatan es krim.
- Pembuatan pupuk dengan mencampur serbuk kulit pisang dengan kompos dan mikroorganisme pengurai.
Hasil es krim yang diproduksi memiliki rasa alami dan nilai gizi tinggi, sementara pupuk organik yang dihasilkan dapat meningkatkan kesuburan tanah pertanian lokal. Produk-produk tersebut dijual di pasar sekolah dan komunitas, memberikan pendapatan tambahan bagi siswa dan mendukung program ekonomi berkelanjutan.
Selain manfaat ekonomi, proyek ini juga menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar. Dengan memanfaatkan limbah organik, mereka belajar pentingnya prinsip reduce‑reuse‑recycle (3R) serta mengasah kemampuan manajerial, pemasaran, dan akuntansi sederhana.
Ke depan, guru dan pihak sekolah berencana memperluas skala produksi, melibatkan lebih banyak sekolah, serta menjalin kerja sama dengan lembaga pertanian daerah untuk distribusi pupuk secara lebih luas.