Setapak Langkah – 25 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan fase koreksi pada tanggal 25 Juni. Analis pasar memperkirakan bahwa indeks akan mengalami penurunan ringan setelah menutup pada level tertentu pada minggu sebelumnya.
Beberapa faktor yang menjadi dasar prediksi tersebut antara lain:
- Tekanan jual yang masih terasa pada sektor keuangan dan energi.
- Data ekonomi makro yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi melambat.
- Kekhawatiran investor terkait kebijakan moneter global.
Walaupun demikian, para pakar menyarankan strategi Buy on Weakness untuk saham-saham yang dianggap fundamental kuat. Ide utama strategi ini adalah membeli saham ketika harga mengalami penurunan sementara prospek jangka panjang tetap positif.
Analisis teknikal
Grafik harian IHSG menunjukkan pola penurunan berkelanjutan dengan moving average 50 hari berada di bawah moving average 200 hari, mengindikasikan tren bearish jangka pendek. Namun, level support penting terletak di kisaran 6.200 poin, yang jika dipertahankan dapat memicu pembalikan arah.
Rekomendasi saham
Beberapa saham yang dianggap memiliki potensi untuk menguat meski pasar sedang koreksi meliputi:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
Investor disarankan untuk tetap memperhatikan volume perdagangan dan berita fundamental perusahaan sebelum mengeksekusi transaksi. Memantau perkembangan data ekonomi dan kebijakan bank sentral juga menjadi kunci dalam menilai arah pasar ke depan.