Setapak Langkah – 24 Juni 2026 | Rupiah mengalami penurunan nilai pada penutupan perdagangan Rabu sore, dengan melemah 93 poin atau sekitar 0,52 persen menjadi Rp17.952 per dolar AS. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat akan memperketat kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Data kurs menunjukkan pergerakan sebagai berikut:
| Waktu | Kurs (IDR/USD) |
|---|---|
| Sebelum penurunan | Rp17.859 |
| Setelah penurunan | Rp17.952 |
Para analis mengaitkan pelemahan rupiah dengan sinyal-sinyal kebijakan The Fed yang mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga. Kenaikan suku bunga di AS biasanya memperkuat dolar, sehingga mata uang emerging market seperti rupiah tertekan.
Di dalam negeri, depresiasi kurs dapat menambah tekanan inflasi, terutama pada barang impor yang harganya naik. Pemerintah dan Bank Indonesia diperkirakan akan memantau situasi ini secara ketat, dengan kemungkinan intervensi pasar valuta asing bila pergerakan berlanjut.
Selain faktor eksternal, kondisi fundamental ekonomi Indonesia, termasuk neraca perdagangan yang masih surplus dan cadangan devisa yang kuat, menjadi penopang untuk menahan tekanan lebih lanjut pada rupiah.
Para pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap perkembangan kebijakan moneter The Fed serta data ekonomi AS yang akan datang, karena keduanya akan terus memengaruhi nilai tukar rupiah ke depannya.