Setapak Langkah – 24 Juni 2026 | Bank Indonesia melaporkan bahwa jumlah uang beredar dalam kategori M2 pada bulan Mei 2026 meningkat signifikan sebesar 10,8% secara tahunan, menembus angka Rp 10.415,9 triliun.
Lonjakan ini menandai percepatan pertumbuhan likuiditas di tengah upaya pemerintah dan otoritas moneter untuk menstabilkan ekonomi setelah periode volatilitas global.
| Bulan | Uang Beredar M2 (Triliun Rupiah) | Pertumbuhan YoY (%) |
|---|---|---|
| Mei 2026 | 10.415,9 | 10,8 |
Para analis menilai bahwa kenaikan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain peningkatan kredit perbankan, penurunan suku bunga, serta arus masuk modal asing yang memperkuat cadangan devisa. Sementara itu, konsumsi rumah tangga yang mulai pulih setelah penurunan akibat pandemi juga berkontribusi pada peningkatan permintaan uang.
- Implikasi inflasi: Pertumbuhan M2 yang tinggi dapat menambah tekanan inflasi jika tidak diimbangi dengan peningkatan produksi barang dan jasa.
- Kebijakan moneter: Bank Indonesia kemungkinan akan menyesuaikan kebijakan suku bunga atau melakukan operasi pasar terbuka untuk mengendalikan likuiditas.
- Stabilitas nilai tukar: Peningkatan cadangan devisa yang menyertai aliran modal dapat membantu menstabilkan nilai tukar rupiah.
Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk memantau perkembangan uang beredar secara ketat, serta siap mengambil langkah kebijakan yang diperlukan demi menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pengamat ekonomi memperkirakan bahwa jika tren pertumbuhan M2 berlanjut, angka tersebut dapat mendorong pertumbuhan PDB tahunan mendekati 5%, asalkan sektor riil dapat menyerap likuiditas yang tersedia.