Setapak Langkah – 23 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melunak lebih lanjut dalam beberapa sesi ke depan, seiring tekanan jual yang masih terasa di pasar saham Indonesia. Analyst dari MNC Sekuritas menilai bahwa koreksi yang sedang berlangsung masih memiliki ruang untuk berlanjut, terutama bila sentimen global tetap tidak stabil.
Faktor-faktor yang menjadi pendorong melemahnya IHSG antara lain data ekonomi domestik yang belum menunjukkan perbaikan signifikan, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta kebijakan moneter luar negeri yang menekan likuiditas. Sementara itu, volume perdagangan masih berada pada level menengah, menandakan adanya ketidakpastian di antara pelaku pasar.
Di tengah kondisi ini, MNC Sekuritas menyarankan strategi “buy on weakness” pada beberapa saham yang dipandang masih undervalued. Empat saham unggulan yang mendapat sorotan adalah:
- Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (ISAT)
- PT Nusa Central Karya Lestari Tbk (NCKL)
- PT Raja Garuda Mas (RAJA)
Berikut rangkuman rekomendasi singkat untuk masing‑masing saham:
| Saham | Rekomendasi | Target Harga (Rp) | Catatan |
|---|---|---|---|
| BBCA | Buy | 9.800 | Fundamental kuat, valuasi masih menarik meski harga mendekati level tertinggi. |
| ISAT | Buy | 1.150 | Pulih dari tekanan biaya bahan baku, prospek margin membaik. |
| NCKL | Buy | 720 | Posisi likuiditas baik, eksposur ke sektor konsumen stabil. |
| RAJA | Buy | 2.500 | Pasar logam mulia menunjukkan permintaan kuat, mendukung pertumbuhan laba. |
Strategi yang disarankan adalah menunggu penurunan harga pada level support teknikal, kemudian melakukan pembelian dengan ukuran posisi yang disesuaikan risiko. Investor juga diimbau untuk tetap memantau indikator makro seperti inflasi, suku bunga acuan, dan perkembangan kebijakan fiskal yang dapat mempengaruhi arah pergerakan IHSG.
Dengan menggabungkan analisis teknikal dan fundamental, serta memperhatikan rekomendasi dari MNC Sekuritas, diharapkan investor dapat mengoptimalkan peluang pada fase koreksi ini tanpa mengorbankan perlindungan modal.