Setapak Langkah – 23 Juni 2026 | Dalam sebuah pernyataan resmi, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang peran sektor pendidikan dalam perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pemeriksaan ini diharapkan dapat mengidentifikasi nilai tambah, lapangan kerja, dan kontribusi fiskal yang dihasilkan oleh institusi pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.
SE2026 akan mengumpulkan data secara menyeluruh meliputi:
- Jumlah institusi pendidikan baik negeri maupun swasta.
- Jumlah tenaga kerja yang terlibat, termasuk dosen, guru, dan staff administrasi.
- Nilai output ekonomi yang dihasilkan dari kegiatan belajar mengajar, penelitian, dan layanan publik.
- Pendapatan daerah yang diperoleh dari pajak dan retribusi terkait sektor pendidikan.
Dengan data tersebut, BPS berencana menyusun tabel analitis yang menampilkan kontribusi sektor pendidikan dibandingkan dengan sektor utama lain seperti pariwisata, manufaktur, dan perdagangan. Contoh tabel perkiraan kontribusi (dalam miliar Rupiah) dapat terlihat pada gambar berikut:
| Sektor | Kontribusi Ekonomi (Rp Miliar) |
|---|---|
| Pendidikan | 1.850 |
| Pariwisata | 2.300 |
| Manufaktur | 1.600 |
| Perdagangan | 1.400 |
Data ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pembuat kebijakan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk merumuskan strategi pengembangan yang lebih terarah, misalnya dengan meningkatkan investasi infrastruktur pendidikan, memperkuat kerja sama antara universitas dan industri, serta memperluas program beasiswa yang dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
Wakil Kepala BPS menambahkan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada partisipasi aktif semua pemangku kepentingan, termasuk lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat umum. Dengan dukungan penuh, hasil sensus akan menjadi aset penting untuk perencanaan pembangunan jangka panjang DIY.