Setapak Langkah – 22 Juni 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan anggaran sebesar Rp 5,2 triliun untuk program penyambungan listrik rumah tangga (Jargas) pada tahun 2027. Anggaran ini ditujukan untuk menambah hampir satu juta sambungan baru, tepatnya 959.232 sambungan rumah (SR) di seluruh Indonesia.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penyediaan listrik bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah yang masih belum terjangkau jaringan listrik nasional. Dengan alokasi dana tersebut, diharapkan tingkat elektrifikasi nasional dapat mendekati 100 persen.
Rincian Anggaran
| Keterangan | Anggaran (Rp) |
|---|---|
| Pembangunan jaringan distribusi baru | 3,2 Triliun |
| Penyediaan peralatan dan material | 1,5 Triliun |
| Pelatihan tenaga kerja dan supervisi | 0,3 Triliun |
Selain meningkatkan akses listrik, program ini diharapkan dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja di sektor konstruksi, pemasangan, dan pemeliharaan jaringan listrik.
Manfaat bagi Rumah Tangga
- Meningkatkan kualitas hidup dengan akses listrik yang stabil.
- Mendukung produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengandalkan listrik.
- Menurunkan ketergantungan pada sumber energi tidak bersih seperti generator bensin.
- Memberikan peluang pendidikan yang lebih baik melalui penerangan yang memadai.
Pelaksanaan program Jargas akan dikoordinasikan oleh Direktorat Jaringan Listrik dalam kerjasama dengan perusahaan listrik daerah (PDL) dan BUMN terkait. Pemerintah menargetkan penyelesaian pembangunan sambungan baru secara bertahap mulai kuartal pertama 2027 hingga akhir tahun 2027.
Dengan alokasi dana yang signifikan ini, ESDM berharap dapat mempercepat realisasi visi Indonesia 2025 dalam bidang kelistrikan, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.