Setapak Langkah – 22 Juni 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan alokasi anggaran sebesar Rp 9,7 triliun untuk program listrik desa pada tahun 2027. Anggaran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penyediaan listrik yang andal dan terjangkau di seluruh wilayah pedesaan.
Program ini menargetkan lebih dari 10.000 desa yang belum memiliki jaringan listrik memadai atau masih bergantung pada sumber energi konvensional seperti generator diesel. Dengan dukungan dana tersebut, ESDM berencana memperluas jaringan listrik, meningkatkan kapasitas pembangkit energi terbarukan, dan memperbaiki infrastruktur distribusi.
Berikut adalah rincian perkiraan penggunaan anggaran:
| Komponen | Anggaran (Triliun Rupiah) |
|---|---|
| Pembangunan jaringan transmisi dan distribusi | 4,2 |
| Pembangkit energi terbarukan (solar, mikrohidro) | 2,5 |
| Program subsidi tarif listrik untuk rumah tangga miskin | 1,0 |
| Pelatihan teknis dan pengembangan kapasitas tenaga kerja lokal | 0,5 |
| Cadangan dan pengawasan proyek | 1,5 |
Beberapa langkah utama yang akan dilaksanakan antara lain:
- Mengidentifikasi desa‑desa prioritas berdasarkan tingkat kebutuhan listrik dan potensi energi terbarukan.
- Menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, BUMN listrik, dan pihak swasta untuk mempercepat pembangunan jaringan.
- Memanfaatkan teknologi smart grid untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kehilangan energi.
- Memberikan pelatihan kepada tenaga kerja lokal agar dapat mengoperasikan dan merawat instalasi listrik secara mandiri.
Target utama program ini adalah meningkatkan tingkat elektrifikasi desa menjadi lebih dari 95 % pada akhir 2027. Selain meningkatkan kualitas hidup masyarakat, program ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi desa melalui akses yang lebih baik ke layanan digital, pendidikan, dan kesehatan.
Pengawasan pelaksanaan anggaran akan dilakukan melalui mekanisme evaluasi triwulanan, dengan laporan transparan yang dipublikasikan di portal resmi kementerian. Pemerintah menegaskan komitmen untuk menyalurkan seluruh dana tepat sasaran dan menghindari penundaan proyek.
Dengan dukungan dana sebesar Rp 9,7 triliun, ESDM berharap dapat mempercepat transisi energi di pedesaan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.