Setapak Langkah – 22 Juni 2026 | Ketua Umum PLN Watch, Tohom Purba, mengingatkan publik agar lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan berita seputar pemadaman listrik. Ia menekankan bahwa informasi yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan kepanikan, menurunkan kepercayaan terhadap layanan kelistrikan, serta memperparah situasi ketika terjadi gangguan sebenarnya.
Berbagai rumor tentang pemadaman mendadak sering beredar melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat. Tidak sedikit dari berita tersebut tidak memiliki sumber yang jelas atau bahkan berasal dari pihak yang tidak berwenang. Akibatnya, masyarakat cenderung melakukan tindakan yang tidak perlu, seperti mematikan peralatan listrik secara paksa atau menghubungi layanan darurat secara berulang‑ulang.
Untuk meminimalisir penyebaran hoaks, PLN Watch menyarankan langkah‑langkah berikut:
- Periksa keaslian sumber informasi: pastikan berita datang dari situs resmi PLN, media yang memiliki reputasi, atau instansi pemerintah terkait.
- Bandingkan beberapa sumber: jika satu sumber saja yang mengangkat isu, cari konfirmasi dari outlet lain yang independen.
- Gunakan fitur verifikasi pada platform media sosial, seperti label ‘Berita Terverifikasi’ atau cek fakta yang disediakan oleh lembaga resmi.
- Jangan langsung menyebarkan tanpa memastikan kebenarannya; bagikan hanya setelah mendapatkan kepastian.
- Jika ragu, hubungi layanan pelanggan PLN atau call center resmi untuk klarifikasi.
Selain itu, PLN Watch menegaskan pentingnya edukasi literasi digital bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik tentang cara menilai kredibilitas berita, konsumen dapat melindungi diri dari informasi menyesatkan serta berkontribusi pada stabilitas jaringan listrik nasional.
Penanganan pemadaman listrik memang menjadi tantangan teknis dan operasional bagi PLN. Namun, peran serta publik dalam menyaring informasi secara cerdas dapat mempercepat respons resmi, mengurangi beban layanan darurat, dan menjaga ketenangan sosial selama gangguan berlangsung.