Setapak Langkah – 22 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguat pada sesi perdagangan 22 Juni, berpotensi menembus level 6.328 hingga 6.545. Analisis ini didasarkan pada pola pergerakan teknikal terkini dan sentimen pasar yang dipengaruhi oleh data ekonomi serta aliran dana asing.
Analisis Teknikal IHSG
IHSG berada dalam zona konsolidasi sejak awal minggu ini. Garis moving average 20 hari menunjukkan tren naik, sementara indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 55, menandakan masih terdapat ruang untuk kenaikan sebelum memasuki kondisi overbought.
Proyeksi Saham BUVA
Buah Vanda (BUVA) menunjukkan pola bullish pada grafik harian, dengan support kuat di level Rp1.200 dan resistance pertama di Rp1.350. MNC Sekuritas menargetkan harga penutupan antara Rp1.340–1.380 dalam minggu berikutnya.
Proyeksi Saham EMAS
Emas Prima Mineral (EMAS) diperkirakan akan menguat setelah laporan produksi kuartal II menunjukkan peningkatan output. Target harga jangka pendek berada di kisaran Rp2.750–2.820, dengan support di Rp2.600.
Proyeksi Saham GGRM
Gudang Garam (GGRM) diprediksi akan tetap stabil di atas level Rp14.500, dengan potensi kenaikan menuju Rp15.200 jika momentum bullish berlanjut. Target harga menengah ditetapkan antara Rp15.000–15.300.
Strategi Trading MNC Sekuritas
MNC Sekuritas merekomendasikan pendekatan konservatif dengan menempatkan order beli pada level support masing‑masing saham, sambil menyiapkan stop‑loss di bawah level support untuk mengurangi risiko. Bagi trader jangka pendek, strategi scalping pada pergerakan intraday IHSG dapat dipertimbangkan ketika volume perdagangan meningkat.
| Saham | Target Harga (Rupiah) | Support | Resistance |
|---|---|---|---|
| BUVA | 1.340–1.380 | 1.200 | 1.350 |
| EMAS | 2.750–2.820 | 2.600 | 2.900 |
| GGRM | 15.000–15.300 | 14.500 | 15.500 |