Setapak Langkah – 21 Juni 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan rencana alokasi anggaran sebesar Rp 10 triliun untuk memperluas jaringan listrik ke ribuan desa yang masih belum terjangkau di seluruh Indonesia. Inisiatif ini menjadi bagian penting dari upaya pemerataan energi nasional dan mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan.
Latar Belakang
Rencana Anggaran dan Prioritas
| Komponen | Alokasi (Rp) |
|---|---|
| Pembangunan Gardu Distribusi | 4 Triliun |
| Pengadaan Kabel & Infrastruktur | 3 Triliun |
| Subsidi Tarif Awal | 2 Triliun |
| Penguatan Kapasitas Lokal | 1 Triliun |
Strategi Pelaksanaan
- Identifikasi desa prioritas berdasarkan kebutuhan dasar dan potensi pertumbuhan ekonomi.
- Kerjasama dengan pemerintah daerah, BUMN energi, serta pihak swasta untuk pelaksanaan proyek.
- Penerapan teknologi energi terbarukan, seperti panel surya, di daerah yang sulit dijangkau jaringan konvensional.
- Monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan kualitas layanan dan keberlanjutan pasokan listrik.
Bahlil menekankan bahwa pencapaian target ini tidak hanya akan meningkatkan akses energi, tetapi juga akan mempercepat transformasi digital, meningkatkan produktivitas pertanian, serta membuka lapangan kerja baru di wilayah pedesaan.
Program ini dijadwalkan akan dimulai pada kuartal pertama tahun depan, dengan target mencakup setidaknya 1.000 desa dalam dua tahun pertama pelaksanaan.