Setapak Langkah – 21 Juni 2026 | Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung menegaskan komitmen untuk memperkuat strategi penarikan investasi dari berbagai sektor, terutama yang terkait dengan energi terbarukan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah serta menciptakan lapangan kerja baru.
Beberapa inisiatif utama yang diusung antara lain:
- Pengembangan proyek energi surya di wilayah pesisir dan daerah dengan potensi sinar matahari tinggi.
- Eksplorasi potensi energi panas bumi di zona vulkanik Lampung, khususnya di wilayah sekitar Gunung Pesawat.
- Optimalisasi energi biomassa dari limbah pertanian dan perkebunan kelapa sawit.
- Peningkatan jaringan transmisi listrik untuk mengintegrasikan sumber energi terbarukan ke sistem kelistrikan regional.
BI Lampung juga bekerja sama dengan pemerintah daerah, BUMN, dan pelaku industri swasta untuk menyediakan insentif fiskal, kemudahan perizinan, dan akses pembiayaan yang kompetitif. Salah satu mekanisme yang disiapkan adalah pembentukan dana khusus yang dapat menyalurkan kredit dengan suku bunga rendah bagi proyek energi bersih.
Berikut gambaran potensi energi terbarukan Lampung yang menjadi fokus investasi:
| Jenis Energi | Potensi (MW) | Lokasi Utama |
|---|---|---|
| Surya | 300 | Pesisir Selatan, Bandar Lampung |
| Panas Bumi | 150 | Kawasan Gunung Pesawat, Way Kambas |
| Biomassa | 200 | Wilayah Agrikultur, Kabupaten Tulang Bawang |
Dengan mengoptimalkan potensi tersebut, BI Lampung berharap dapat menarik investasi domestik dan asing, memperluas basis pendapatan daerah, serta mendukung agenda nasional untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Pemerintah provinsi juga berkomitmen untuk memfasilitasi pelatihan tenaga kerja yang kompeten dalam bidang energi hijau, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas.
Implementasi strategi ini dijadwalkan akan dimulai pada kuartal berikutnya, dengan target peningkatan investasi sektor energi terbarukan sebesar 20% dalam dua tahun ke depan.