Setapak Langkah – 20 Juni 2026 | Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengumumkan perubahan penting pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola di sekolah-sekolah dasar. Kebijakan baru menekankan penggunaan ayam dan telur yang diproduksi oleh peternak lokal sebagai bahan utama dalam penyusunan menu MBG.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi makanan yang diberikan kepada anak-anak serta sekaligus memberikan dukungan ekonomi bagi peternak kecil di wilayah provinsi. Sebelumnya, menu MBG banyak mengandalkan bahan-bahan olahan yang dibeli dari pasar besar, sehingga peluang bagi peternak lokal terbatas.
- Pengadaan Terpusat: Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Pertanian untuk membuat sistem pengadaan terpusat yang memprioritaskan produk unggas dan telur dari peternak terdaftar.
- Standar Kualitas: Setiap produk harus melewati standar kebersihan dan gizi yang ditetapkan, termasuk pemeriksaan kandungan protein, lemak, dan mikroba.
- Distribusi ke Sekolah: Setelah lolos kontrol, bahan baku akan dikirim ke dapur sekolah masing-masing, di mana chef sekolah menyesuaikan resep MBM (Makan Bergizi Menggizi) dengan menambahkan telur rebus, orak-arik, atau sup ayam.
Implementasi kebijakan ini dimulai pada kuartal kedua 2024, dengan target melibatkan lebih dari 1.200 peternak lokal dan menyediakan makanan bergizi untuk lebih dari 150.000 siswa di seluruh Jawa Tengah. Pemerintah provinsi menargetkan peningkatan nilai gizi harian anak sebesar 15 persen dibandingkan menu sebelumnya.
Selain manfaat gizi, program ini diharapkan dapat menurunkan biaya operasional MBG karena bahan baku lokal biasanya lebih murah dibandingkan impor atau pembelian dari distributor besar. Analisis awal menunjukkan potensi penghematan hingga 12 persen dari total anggaran program.
Ke depan, Pemprov Jateng berencana memperluas skema serupa ke program bantuan sosial lainnya, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), dengan menambahkan komponen protein hewani berbasis peternakan lokal.