Setapak Langkah – 19 Juni 2026 | Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia sedang melaksanakan Sensus Ekonomi 2024, yang menargetkan pengumpulan data menyeluruh tentang aktivitas ekonomi di seluruh wilayah negara.
Secara nasional, lebih dari 251.000 petugas telah dikerahkan untuk mengunjungi rumah tangga, usaha mikro, kecil, menengah, serta institusi ekonomi lainnya. Dari jumlah tersebut, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima alokasi 4.082 petugas lapangan.
Penugasan ini mencakup beberapa tahapan utama:
- Identifikasi dan verifikasi data usaha di wilayah administratif DIY.
- Pencatatan tenaga kerja, nilai produksi, serta omset tahunan.
- Pengumpulan informasi tentang kepemilikan modal, jaringan pemasaran, dan penggunaan teknologi.
Pelaksanaan Sensus di DIY direncanakan berlangsung selama tiga minggu, dimulai pada awal September 2024 dan berakhir pada pertengahan bulan tersebut. Tim BPS berkoordinasi erat dengan Pemerintah Daerah Yogyakarta, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta asosiasi bisnis lokal untuk memastikan cakupan data yang maksimal.
Hasil Sensus Ekonomi diharapkan menjadi dasar bagi perumusan kebijakan pembangunan ekonomi regional, alokasi anggaran, serta program dukungan kepada usaha kecil dan menengah. Data ini juga akan memperkuat basis statistik nasional, memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kontribusi DIY terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Beberapa tantangan yang dihadapi tim lapangan meliputi akses ke daerah terpencil, variasi tingkat literasi digital di antara pelaku usaha, dan kebutuhan memastikan kerahasiaan data. Untuk mengatasi hal tersebut, BPS menyediakan pelatihan intensif bagi petugas, perangkat mobile berbasis aplikasi khusus, serta protokol keamanan data yang ketat.