Setapak Langkah – 14 Juni 2026 | Jakarta, 12 Juni 2024 – Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Meutya Hafid, secara resmi menerima deklarasi dukungan dari sejumlah komunitas digital di Medan untuk memperkuat upaya memerangi kejahatan digital. Acara yang diselenggarakan di Balai Kota Medan ini melibatkan perwakilan lembaga pemerintahan, organisasi non‑pemerintah, serta pelaku industri teknologi lokal.
Dalam sambutannya, Meutya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral untuk menciptakan ruang digital yang aman, produktif, dan inklusif. Ia menyoroti bahwa kejahatan siber—mulai dari penipuan online hingga serangan ransomware—menjadi ancaman yang semakin kompleks dan menuntut respons yang terkoordinasi.
Berikut poin‑poin utama yang disepakati dalam deklarasi tersebut:
- Pembentukan forum koordinasi rutin antara Kominfo, kepolisian siber, dan komunitas digital untuk pertukaran intelijen dan strategi mitigasi.
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan keamanan siber bagi pelaku UMKM dan startup di wilayah Sumatera Utara.
- Penerapan standar keamanan siber pada layanan publik digital, termasuk verifikasi dua faktor dan enkripsi data sensitif.
- Penyuluhan publik secara massal mengenai cara mengidentifikasi dan melaporkan aktivitas mencurigakan di platform online.
- Pengembangan pusat respons cepat (quick response center) khusus kejahatan digital yang beroperasi 24/7.
Meutya Hafid menambahkan, “Deklarasi ini bukan sekadar simbol, melainkan komitmen bersama untuk menegakkan keadilan di dunia maya. Pemerintah siap menyediakan regulasi yang adaptif serta dukungan teknis bagi semua pihak yang berperan dalam ekosistem digital.”
Komunitas digital Medan, yang dipimpin oleh Ketua Forum Teknologi Sumatera Utara, menyampaikan apresiasi mereka terhadap kebijakan pemerintah yang pro‑aktif. Mereka berharap sinergi ini dapat mempercepat proses digitalisasi layanan publik sekaligus menurunkan angka kejahatan siber di daerah.
Langkah selanjutnya, pihak Kominfo akan mengeluarkan pedoman operasional yang detail serta mengalokasikan anggaran khusus untuk program pelatihan dan pengembangan infrastruktur keamanan siber di tingkat regional. Diharapkan, dalam kurun waktu satu tahun ke depan, wilayah Medan dapat menjadi contoh model ruang digital yang aman dan dapat ditiru oleh kota‑kota lain di Indonesia.