Setapak Langkah – 13 Juni 2026 | Baru-baru ini, sekelompok mahasiswa menyoroti dugaan pemborosan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta menuntut akuntabilitas yang lebih ketat. Mereka menyoroti beberapa proyek dan alokasi yang dianggap tidak efektif.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) RI, Muhammad Qodari, menanggapi kritik tersebut dengan menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengedepankan upaya penghematan dana publik. Qodari menyebut bahwa sejak awal kepresidenan, Prabowo berhasil menghemat sekitar Rp300 triliun melalui serangkaian kebijakan fiskal.
- Restrukturisasi belanja operasional kementerian.
- Penerapan sistem e‑procurement yang lebih transparan.
- Pemotongan subsidi yang tidak tepat sasaran.
Qodari menambahkan, “Penghematan tersebut bukan sekadar angka, melainkan hasil dari disiplin anggaran yang ketat dan peninjauan kembali program‑program yang tidak memberikan nilai tambah bagi masyarakat.”
Mahasiswa yang mengajukan kritik menekankan pentingnya pengawasan yang berkelanjutan dan meminta pemerintah untuk lebih melibatkan publik dalam proses perencanaan anggaran. Mereka juga menyerukan audit independen atas proyek‑proyek besar yang dinilai memiliki risiko pemborosan.
| Aspek | Langkah Pemerintah | Estimasi Penghematan |
|---|---|---|
| Belanja Operasional | Optimalisasi pengeluaran rutin | Rp120 triliun |
| Subsidi | Reformasi dan penargetan ulang | Rp80 triliun |
| Pengadaan | E‑procurement dan transparansi | Rp100 triliun |
Dengan total penghematan yang diklaim mencapai Rp300 triliun, pemerintah menegaskan kembali komitmennya untuk mengelola APBN secara lebih efisien, sambil tetap memperhatikan kebutuhan pembangunan nasional.