Setapak Langkah – 13 Juni 2026 | Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan adanya nota kesepahaman (MoU) yang tengah dibahas antara Tehran dan Washington. Menurut Araghchi, perjanjian ini akan mencakup pengakhiran semua konflik bersenjata yang melibatkan kedua negara, termasuk di wilayah Lebanon.
Dalam pernyataannya, Araghchi menekankan tiga poin utama yang akan menjadi bagian dari MoU:
- Penghentian perang di semua front, baik di wilayah Timur Tengah maupun di arena internasional.
- Penyelesaian sengketa di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi titik tumpu utama perdagangan minyak dunia.
- Pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat yang selama ini diterapkan terhadap perairan Iran.
Jika disepakati, MoU tersebut dapat menurunkan ketegangan yang telah lama memengaruhi stabilitas regional, khususnya di Lebanon yang selama ini menjadi medan persaingan geopolitik antara kekuatan Barat dan Iran.
Para pengamat menilai bahwa pencabutan blokade di Selat Hormuz akan membuka kembali jalur pengiriman minyak dan gas, mengurangi tekanan ekonomi pada kedua belah pihak. Di sisi lain, penarikan pasukan atau dukungan militer di Lebanon dapat memicu perubahan dinamika politik dalam negeri negara tersebut.
Namun, masih terdapat sejumlah pertanyaan mengenai rincian teknis dan mekanisme pengawasan MoU. Amerika Serikat belum memberikan komentar resmi, sementara pihak Iran menegaskan bahwa kesepakatan tersebut akan mengikat secara hukum dan diawasi oleh badan internasional terkait.
Apabila MoU berhasil diimplementasikan, langkah ini dapat menjadi tonggak penting dalam meredam konflik di Timur Tengah dan memperbaiki hubungan bilateral yang selama ini tegang.