Setapak Langkah – 12 Juni 2026 | Seorang mantan pejabat tinggi Jerman yang pernah memimpin aliansi militer NATO mengingatkan bahwa Uni Eropa tampak melangkah menuju konflik bersenjata dengan Rusia tanpa menyadari konsekuensinya.
Ia menyoroti beberapa langkah yang ia nilai berpotensi memperdalam jurang antara Barat dan Rusia:
- Penambahan sanksi ekonomi yang semakin keras terhadap sektor energi dan keuangan Rusia.
- Pengiriman persenjataan dan dukungan logistik ke negara‑negara anggota NATO yang berbatasan langsung dengan Rusia.
- Pernyataan publik yang menguatkan narasi bahwa Rusia merupakan ancaman eksistensial bagi keamanan Eropa.
Seluruh rangkaian kebijakan tersebut, kata mantan pejabat itu, dapat membuat Uni Eropa “berjalan tanpa sadar” menuju skenario perang, karena keputusan diambil secara fragmentaris dan kurang koordinasi politik yang menyeluruh.
Para analis menilai bahwa meskipun EU berupaya menjaga tekanan terhadap Moskow, tetap ada ruang bagi dialog diplomatik, terutama dalam isu-isu energi dan keamanan regional. Jika dialog benar‑benar terhenti, risiko eskalasi militer akan semakin tinggi.
Dalam konteks geopolitik global, pernyataan ini menambah keprihatinan bahwa dunia dapat kembali ke era ketegangan yang mirip dengan Perang Dingin, dengan blok‑blok besar saling bersaing secara militer dan ekonomi.