Setapak Langkah – 12 Juni 2026 | Indonesia diproyeksikan akan menguasai pasar mesin perkakas dengan nilai mencapai empat miliar dolar AS dalam beberapa tahun ke depan. Analisis terbaru menunjukkan pertumbuhan tahunan sekitar 12‑15 persen, didorong oleh kebijakan pemerintah yang mendukung lokalitas bahan baku serta meningkatnya permintaan sektor otomotif, aerospace, dan elektronik.
Beberapa faktor kunci yang memperkuat prospek ini antara lain:
- Program Make in Indonesia yang memberi insentif bagi produsen lokal.
- Peningkatan investasi asing langsung (FDI) di sektor manufaktur.
- Ketersediaan tenaga kerja terampil melalui program vokasi.
Berikut perkiraan nilai pasar mesin perkakas hingga tahun 2026:
| Tahun | Nilai Pasar (USD Miliar) |
|---|---|
| 2023 | 2,8 |
| 2024 | 3,2 |
| 2025 | 3,6 |
| 2026 | 4,0 |
Potensi nilai tersebut membuka ruang bagi produsen mesin perkakas domestik untuk meningkatkan kapasitas produksi, mengadopsi teknologi otomasi, dan memperluas jaringan pemasaran. Dengan mengurangi ketergantungan pada impor, industri manufaktur nasional dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan daya saing di pasar global.
Pemerintah diperkirakan akan terus memperkuat regulasi yang memudahkan akses kredit bagi usaha kecil dan menengah (UKM) di bidang ini, sekaligus meningkatkan standar kualitas melalui sertifikasi internasional.
Secara keseluruhan, pasar mesin perkakas Indonesia tidak hanya menjanjikan nilai ekonomi yang signifikan, tetapi juga menjadi pendorong utama transformasi digital dan modernisasi sektor manufaktur nasional.