Setapak Langkah – 09 Juni 2026 | Wakil Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan temuan survei yang dilakukan oleh Dewan Energi Nasional (DEN) terkait Program Merdeka Belajar Gizi (MBG) kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Survei tersebut menelusuri dampak program di lebih dari 800 titik wilayah, mulai dari desa pinggiran hingga kota besar, dengan fokus pada dua indikator utama: perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta status gizi anak usia dini.
| Indikator | Peningkatan | Keterangan |
|---|---|---|
| UMKM | +12,4% | Jumlah usaha baru dan omset rata‑rata meningkat signifikan |
| Gizi Anak | +9,1% | Penurunan kasus stunting dan peningkatan asupan gizi seimbang |
Hasil survei menunjukkan bahwa di wilayah‑wilayah yang mengimplementasikan MBG secara konsisten, tingkat partisipasi UMKM naik dua digit, sementara prevalensi gizi buruk pada anak balita menurun hampir sepuluh persen. Luhut menilai pencapaian ini sebagai bukti bahwa sinergi antara kebijakan pusat dan pelaksanaan di tingkat lokal dapat menghasilkan dampak yang terukur.
Dalam rapat dengan Presiden Prabowo, Luhut menekankan perlunya memperluas cakupan program ke wilayah yang belum terjangkau serta meningkatkan koordinasi antar‑instansi terkait, termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Presiden Prabowo menyambut positif temuan tersebut dan meminta agar hasil survei dijadikan acuan dalam penyusunan rencana aksi tahunan. Ia juga menginstruksikan tim kerja untuk menyiapkan rekomendasi kebijakan yang dapat mempercepat replikasi model sukses MBG ke daerah lain.