Setapak Langkah – 06 Juni 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa hingga akhir Mei 2026, realisasi belanja negara telah mencapai Rp1.365,4 triliun. Angka ini mencerminkan 35,5 % dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026.
Target APBN 2026 diperkirakan berada di kisaran Rp3,846 triliun, sehingga pencapaian tersebut masih berada di bawah setengah total anggaran yang direncanakan. Realisasi ini mencakup belanja pemerintah pusat, daerah, serta belanja modal dan operasional.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Realisasi Belanja Negara (Mei 2026) | Rp1,365,4 triliun |
| Target APBN 2026 (perkiraan) | Rp3,846 triliun |
| Persentase Realisasi | 35,5 % |
Para analis menilai bahwa laju pengeluaran yang masih relatif lambat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain penyesuaian kebijakan fiskal pasca‑pandemi, penundaan proyek infrastruktur besar, serta upaya pengendalian defisit anggaran. Pemerintah diperkirakan akan mempercepat belanja modal pada kuartal berikutnya untuk menutup kesenjangan dengan target.
Selain itu, fokus pada program sosial, kesehatan, dan pendidikan tetap menjadi prioritas, meskipun alokasi dana untuk sektor energi dan transportasi diproyeksikan meningkat pada paruh kedua tahun 2026.
Dengan sisa waktu lebih dari setengah tahun fiskal, pemangku kepentingan diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan anggaran agar tercapai target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.