Setapak Langkah – 06 Juni 2026 | Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dody Hanggodo, mengumumkan bahwa pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 222 gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 30 provinsi, termasuk di wilayah tiga terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
SPPG merupakan fasilitas layanan terpadu yang menyediakan pemeriksaan gizi, penyuluhan, serta distribusi makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil. Dengan berakhirnya fase konstruksi, seluruh gedung siap dioperasikan secara penuh mulai kuartal berikutnya.
Distribusi geografis gedung-gedung tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
| Provinsi | Jumlah SPPG |
|---|---|
| Jawa Barat | 15 |
| Jawa Tengah | 12 |
| Jawa Timur | 14 |
| Sumatera Utara | 10 |
| Kalimantan Barat | 8 |
| … (selainnya) | … |
Penempatan khusus di wilayah 3T mencakup Kabupaten X, Kabupaten Y, dan Kabupaten Z, yang selama ini mengalami kesulitan akses layanan gizi. Kehadiran SPPG di daerah tersebut diharapkan dapat menurunkan angka stunting dan meningkatkan status gizi masyarakat.
Selain meningkatkan layanan kesehatan, SPPG juga berperan sebagai pusat pelatihan tenaga kesehatan setempat, sehingga pengetahuan tentang gizi dapat menyebar lebih luas. Dody Hanggodo menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan efektivitas program.
Dengan beroperasinya 222 SPPG di seluruh Indonesia, pemerintah berharap dapat memperkuat jaringan layanan gizi nasional dan mempercepat pencapaian target penurunan stunting nasional yang ditetapkan pada 2025.