Setapak Langkah – 06 Juni 2026 | Perusahaan energi listrik Indonesia, PT Perusahaan Gas Negara (PGE), berhasil menempatkan tiga proyek panas bumi ke dalam Green Book 2026, sebuah daftar prioritas investasi pemerintah yang menargetkan pengembangan energi bersih. Total pendanaan yang disetujui mencapai US$ 477,87 juta, menandakan komitmen kuat terhadap transisi energi nasional.
Proyek‑proyek yang dimaksud meliputi:
- Proyek A – Kapasitas terpasang 500 MW, berlokasi di wilayah Sumatera Barat.
- Proyek B – Kapasitas terpasang 350 MW, berlokasi di Jawa Tengah.
- Proyek C – Kapasitas terpasang 200 MW, berlokasi di Kalimantan Selatan.
Ketiga proyek tersebut diharapkan menambah total kapasitas panas bumi nasional hingga sekitar 1.050 MW, memperkuat kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi Indonesia yang saat ini masih didominasi oleh batu bara dan minyak.
Berikut rincian pendanaan yang dialokasikan untuk masing‑masing proyek:
| Proyek | Pendanaan (USD juta) | Kapasitas (MW) |
|---|---|---|
| Proyek A | 210,00 | 500 |
| Proyek B | 150,00 | 350 |
| Proyek C | 117,87 | 200 |
Pendanaan ini berasal dari kombinasi sumber dana pemerintah, lembaga keuangan internasional, serta skema pembiayaan hijau yang menekankan pada pengurangan emisi karbon. Dengan dukungan finansial tersebut, PGE berencana memulai fase konstruksi pada kuartal pertama 2027, dengan target penyelesaian operasional pada akhir 2030.
Keberhasilan ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam agenda energi bersih global, tetapi juga membuka peluang kerja di sektor konstruksi, teknik, dan pemeliharaan. Selain itu, peningkatan kapasitas panas bumi diharapkan dapat menurunkan intensitas penggunaan bahan bakar fosil, mengurangi emisi CO₂, dan mendukung target mitigasi iklim yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Para pengamat menilai bahwa masuknya proyek ke Green Book menandakan kelayakan teknis dan ekonomi yang kuat, sekaligus memberi sinyal positif bagi investor asing yang mencari proyek energi terbarukan dengan risiko terkelola.