Setapak Langkah – 05 Juni 2026 | Polisi Daerah Maluku (Polda Maluku) bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku meluncurkan program kolaboratif yang bertujuan memperkuat pendidikan karakter di sekolah‑sekolah wilayah kepulauan. Inisiatif ini dirancang untuk menurunkan potensi konflik sosial dengan menanamkan nilai‑nilai toleransi, disiplin, dan rasa kebersamaan pada generasi muda.
Program tersebut mencakup beberapa langkah strategis, antara lain:
- Penyusunan modul pendidikan karakter yang disesuaikan dengan konteks budaya Maluku.
- Pelatihan guru dan tenaga kependidikan oleh aparat kepolisian serta pakar psikologi.
- Penyuluhan langsung kepada siswa mengenai bahaya konflik berbasis SARA dan pentingnya dialog.
- Pembentukan forum lintas‑sektor di setiap kecamatan untuk memantau implementasi nilai karakter.
Ketua Polda Maluku, Kombes Pol. Drs. Suryadi, menyatakan bahwa pendekatan preventif melalui pendidikan lebih efektif daripada penanggulangan pasca‑kejadian. “Kami ingin membangun fondasi moral yang kuat sehingga potensi perselisihan dapat diminimalisir sejak dini,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Sementara itu, Kepala BPMP Provinsi Maluku, Dr. Nia Karmila, menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan lembaga pendidikan. “Karakter yang berlandaskan nilai kebangsaan, toleransi, dan empati akan menjadi tameng utama dalam mencegah konflik yang berakar pada perbedaan budaya,” jelasnya.
Program ini direncanakan berjalan selama dua tahun dengan target mencakup lebih dari 150 sekolah menengah pertama dan atas di seluruh Maluku. Evaluasi berkala akan dilakukan melalui survei kepuasan siswa, guru, dan orang tua serta analisis statistik insiden konflik di wilayah tersebut.
Jika berhasil, model kolaborasi Polda Maluku–BPMP ini dapat direplikasi oleh provinsi lain sebagai upaya nasional memperkuat pendidikan karakter sebagai bagian integral dari strategi keamanan dalam negeri.