Setapak Langkah – 03 Juni 2026 | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan harapannya bahwa pergantian kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dapat mempercepat pelaksanaan program Makanan Bergizi (MBG) yang berorientasi pada prinsip 3T: terjangkau, tepat gizi, dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam rapat koordinasi yang diadakan pada Senin (2 Juni 2026), Sufmi menekankan pentingnya kepemimpinan yang dinamis untuk mengatasi tantangan gizi buruk yang masih melanda sebagian wilayah Indonesia, terutama di daerah terpencil dan kawasan rawan pangan. Ia menilai bahwa penunjukan kepala BGN yang baru harus memperhatikan kompetensi teknis, pengalaman dalam manajemen program gizi, serta kemampuan berkoordinasi dengan kementerian terkait.
Berikut adalah poin-poin utama yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPR:
- Penggantian kepala BGN diharapkan dapat menyuntikkan semangat baru dalam pelaksanaan kebijakan gizi.
- Program MBG harus menjangkau tiga aspek utama: harga yang terjangkau, kandungan gizi yang tepat, serta respons cepat terhadap perubahan kebutuhan masyarakat.
- Penguatan sinergi antara BGN, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan.
- Pengawasan dan evaluasi berkala perlu ditingkatkan untuk memastikan program berjalan sesuai target.
Sufmi juga mengingatkan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada kebijakan pusat, melainkan memerlukan partisipasi aktif dari sektor swasta, lembaga non‑pemerintah, serta masyarakat luas. Ia mengajak semua pihak untuk bersama‑sama mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan meningkatkan status gizi nasional.
Dengan harapan tersebut, DPR akan mengawasi proses seleksi kepala BGN secara transparan dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil mampu mempercepat pencapaian target MBG ke arah 3T.