Setapak Langkah – 03 Juni 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada sore hari Selasa, 2 Juni 2024, ditutup pada level Rp 17.839 per dolar, menurun sebesar 34 poin atau 0,19 % dibandingkan penutupan sebelumnya.
Kenaikan nilai tukar ini mencerminkan tekanan pasar yang dipicu oleh beberapa faktor eksternal dan internal. Faktor‑faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah antara lain:
- Sentimen global: Kebijakan moneter Federal Reserve yang masih ketat menambah tekanan pada mata uang emerging market, termasuk rupiah.
- Harga komoditas: Penurunan harga komoditas ekspor utama Indonesia, seperti batu bara dan kelapa sawit, mengurangi arus masuk devisa.
- Data inflasi domestik: Peningkatan inflasi konsumen meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga di dalam negeri.
- Intervensi Bank Indonesia: Bank Indonesia belum melakukan intervensi signifikan pada sesi tersebut, sehingga pasar bergerak secara bebas.
Berikut rangkuman pergerakan nilai tukar rupiah dalam tiga sesi terakhir:
| Tanggal | Penutupan (Rp/USD) | Perubahan (poin) | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| 30 Mei 2024 | Rp 17.805 | +12 | +0,07 % |
| 31 Mei 2024 | Rp 17.822 | +17 | +0,10 % |
| 2 Juni 2024 | Rp 17.839 | -34 | -0,19 % |
Jika tren penurunan ini berlanjut, kemungkinan nilai tukar rupiah akan mendekati level psikologis Rp 18.000 per dolar dalam beberapa minggu ke depan, yang dapat menambah beban pada import dan tekanan inflasi. Namun, intervensi Bank Indonesia atau perbaikan sentimen global dapat menstabilkan kembali pasar.
Investor dan pelaku usaha disarankan untuk memantau perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat serta data ekonomi domestik yang dapat memengaruhi likuiditas pasar valuta asing.