Setapak Langkah – 02 Juni 2026 | Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, pada hari Rabu menekankan pentingnya Bosnia dan Herzegovina mempercepat reformasi yang menjadi prasyarat utama untuk melanjutkan proses aksesi ke Uni Eropa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat tertutup Dewan EU yang membahas agenda perluasan Uni.
Cepat atau lambat, Bosnia harus menyelesaikan serangkaian perubahan struktural, termasuk reformasi peradilan, pemberantasan korupsi, penyelesaian sengketa etnis, dan penyelarasan kebijakan ekonomi dengan standar Uni Eropa. Tanpa kemajuan signifikan dalam bidang‑bidang ini, proses negosiasi aksesi dapat terhenti atau mengalami penundaan panjang.
- Reformasi sistem peradilan untuk memastikan independensi dan akuntabilitas.
- Peningkatan transparansi dan penegakan hukum anti‑korupsi.
- Implementasi kebijakan rekonsiliasi antar komunitas etnis.
- Harmonisasi regulasi pasar dan standar lingkungan dengan kerangka EU.
Antonio Costa menambahkan bahwa Uni Eropa bersedia memberikan dukungan teknis dan finansial, namun komitmen politik dari pemerintah Bosnia harus terbukti konsisten. Ia menegaskan bahwa “kesiapan Bosnia untuk menjadi anggota Uni Eropa tidak hanya bergantung pada dokumen, melainkan pada implementasi nyata di lapangan.”
Pihak berwenang Bosnia, termasuk Presiden dan Perdana Menteri, menyambut seruan tersebut dengan sikap optimis namun mengakui tantangan yang ada. Mereka berjanji akan mempercepat legislasi yang tertunda dan meningkatkan koordinasi antar lembaga pemerintahan.
Jika Bosnia dapat memenuhi kriteria yang ditetapkan, proses aksesi diperkirakan dapat memasuki tahap lanjutan dalam beberapa tahun ke depan, membuka peluang investasi, mobilitas tenaga kerja, serta integrasi politik yang lebih kuat dengan negara‑negara anggota Uni Eropa.