Setapak Langkah – 01 Juni 2026 | Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan bahwa hingga kini masih terdapat 2.213 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada dalam status penangguhan. Pengumuman ini disampaikan setelah BGN menerima berbagai masukan dan keluhan dari masyarakat terkait layanan gizi di daerah masing‑masing.
Penangguhan tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor, antara lain belum terpenuhinya standar infrastruktur, kekurangan tenaga ahli gizi, serta belum tercapainya kelengkapan peralatan medis yang diperlukan.
Berikut rangkuman utama yang disampaikan BGN:
- Jumlah SPPG yang ditangguhkan: 2.213 unit
- Provinsi dengan penangguhan terbanyak: Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan
- Faktor utama penangguhan: infrastruktur tidak memadai, sumber daya manusia kurang, dan peralatan belum lengkap
- Rencana aksi BGN: meningkatkan pelatihan tenaga gizi, mempercepat pengadaan peralatan, dan melakukan audit berkala
BGN juga menegaskan komitmennya untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses perbaikan. Masyarakat dapat mengirimkan saran melalui portal resmi BGN atau melalui hotline yang telah disediakan.
Langkah selanjutnya, BGN akan melakukan verifikasi lapangan terhadap setiap SPPG yang ditangguhkan dan menyiapkan jadwal reaktivasi berdasarkan hasil audit. Diharapkan dalam tiga hingga enam bulan ke depan, sebagian besar SPPG dapat kembali beroperasi dan memberikan layanan gizi yang optimal bagi masyarakat.