Setapak Langkah – 01 Juni 2026 | Mulai Senin, 1 Juni 2026, sejumlah perusahaan penyedia bahan bakar minyak (BBM) swasta menyesuaikan tarif jualnya. Penurunan harga ini sejalan dengan kebijakan terbaru Pertamina yang juga menurunkan harga solar pada hari yang sama. Langkah tersebut diharapkan dapat meredam tekanan inflasi dan memberi keringanan bagi konsumen, khususnya pengemudi kendaraan niaga.
Berikut adalah rangkuman perubahan harga solar per liter yang diumumkan oleh beberapa perusahaan besar:
| Perusahaan | Harga Sebelumnya (Rp) | Harga Baru (Rp) | Penurunan |
|---|---|---|---|
| Pertamina | 13.500 | 13.200 | 300 |
| Shell | 13.800 | 13.300 | 500 |
| BP AKR | 13.900 | 13.300 | 600 |
| Esso | 13.850 | 13.500 | 350 |
| TotalEnergies | 13.750 | 13.400 | 350 |
Penurunan harga solar berkisar antara Rp 300 hingga Rp 600 per liter, tergantung pada kebijakan masing‑masing perusahaan. Dampaknya, biaya operasional kendaraan komersial diperkirakan berkurang sekitar 2‑4 persen.
Analisis pasar menunjukkan bahwa penurunan tarif ini dipicu oleh beberapa faktor, antara lain penurunan harga minyak mentah dunia, kebijakan pemerintah yang mendorong stabilitas harga energi, serta persaingan antar penyedia BBM swasta. Dengan harga yang lebih rendah, diharapkan volume penjualan solar akan meningkat, sekaligus membantu menurunkan beban biaya transportasi barang dan jasa.
Para pengusaha dan konsumen disarankan untuk memantau harga di SPBU terdekat dan memanfaatkan penurunan tarif ini sebaik‑baiknya, terutama pada periode awal bulan ketika permintaan biasanya tinggi.