Setapak Langkah – 30 Mei 2026 | Pembicara utama Pentagon, Pete Hegseth, menegaskan pada KTT keamanan Dialog Shangri‑La di Singapura bahwa Amerika Serikat memiliki persediaan senjata yang melimpah dan kemampuan yang cukup untuk melanjutkan konflik dengan Iran bila diperlukan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam suasana ketegangan regional yang meningkat setelah serangkaian insiden militer antara kedua negara.
Berikut beberapa elemen utama kekuatan militer yang disebutkan oleh Hegseth:
- Armada kapal induk yang dapat menampung ratusan pesawat tempur
- Pesawat tempur generasi kelima seperti F‑35 dan F‑22
- Ratusan sistem rudal presisi jarak jauh, termasuk Tomahawk dan AGM‑158 JASSM
- Kendaraan tempur lapis baja dan artileri otomatis
- Stok amunisi dan suku cadang yang cukup untuk mendukung operasi selama bertahun‑tahun
Penegasan ini muncul di tengah spekulasi internasional tentang kemungkinan eskalasi militer setelah penangkapan drone Amerika oleh Iran dan serangan balasan Israel terhadap fasilitas nuklir di wilayah tersebut. Pemerintah Iran, di sisi lain, menolak tuduhan Amerika dan menegaskan kesiapan pertahanan nasionalnya.
Para pengamat menilai pernyataan Hegseth dapat menjadi sinyal deterrence bagi Tehran, sekaligus mengirim pesan kuat kepada sekutu AS di kawasan, seperti Arab Saudi dan Israel, bahwa Washington siap mendukung keamanan regional. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa peningkatan retorika militer dapat memicu perlombaan senjata dan menambah ketidakstabilan di Timur Tengah.
Dalam konteks kebijakan luar negeri, pernyataan ini mencerminkan komitmen AS untuk mempertahankan posisi dominannya dalam politik keamanan global, meski harus menyeimbangkan antara tekanan ekonomi, diplomasi, dan risiko militer yang terus meningkat.