Setapak Langkah – 30 Mei 2026 | Jakarta, Republika.co.id — Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (FISIP UMJ) berhasil lolos dalam skema Pendanaan Riset dan Sains Hasil (PKM-RSH) yang disalurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk tahun 2026.
Proyek yang diusung tim berjudul “Angkat Isu Etika Digital” berfokus pada pengembangan kerangka kerja etika penggunaan teknologi informasi di kalangan generasi muda. Ide ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya permasalahan penyalahgunaan data pribadi, hoaks, serta dampak psikologis penggunaan media sosial yang belum mendapatkan pedoman etis yang memadai.
Berikut poin utama yang menjadi fokus proyek:
- Penelitian literatur: Mengkaji regulasi nasional dan internasional terkait etika digital.
- Pengembangan modul edukasi: Membuat materi pembelajaran interaktif untuk siswa SMA/MA dan mahasiswa.
- Workshop dan pelatihan: Menyelenggarakan sesi tatap muka dan daring bagi pendidik serta organisasi kepemudaan.
- Evaluasi dampak: Mengukur perubahan persepsi dan perilaku digital peserta setelah mengikuti program.
Tim yang terdiri dari lima mahasiswa aktif, dipimpin oleh seorang dosen pembimbing, mendapat alokasi dana sebesar Rp 200 juta untuk pelaksanaan selama dua tahun. Pendanaan ini mencakup biaya penelitian, produksi materi, honor narasumber, serta biaya operasional pelatihan.
Ketua tim, Ahmad Rizki, menyatakan, “Kami berterima kasih atas kepercayaan Kemendikbudristek. Harapannya, hasil riset dan modul yang kami kembangkan dapat menjadi acuan bagi institusi pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai etika digital sejak dini.”
Para ahli menilai proyek ini selaras dengan agenda nasional untuk memperkuat literasi digital dan melindungi hak privasi warga negara. Jika berhasil, model edukasi yang dirancang dapat direplikasi di universitas lain serta diintegrasikan ke kurikulum nasional.
Keberhasilan tim PKM FISIP UMJ ini tidak hanya menambah reputasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, tetapi juga menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam era digital yang terus berkembang.