Setapak Langkah – 30 Mei 2026 | Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam penelitian harus tetap menjunjung tinggi integritas akademik. Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah kasus penyalahgunaan AI untuk memanipulasi data, menulis laporan, atau mengubah hasil analisis secara tidak sah.
Risiko utama yang diidentifikasi
- Plagiarisme otomatis: AI dapat menghasilkan teks yang menyerupai karya ilmiah tanpa menyebutkan sumber.
- Manipulasi data: Algoritma dapat menyaring atau mengubah dataset sehingga menghasilkan kesimpulan yang bias.
- Kurangnya transparansi: Proses “black‑box” AI menyulitkan verifikasi metodologi oleh reviewer.
Langkah strategis BRIN
- Mengembangkan pedoman etika penggunaan AI dalam setiap tahap penelitian.
- Mensyaratkan deklarasi penggunaan alat AI pada laporan akhir dan publikasi.
- Menetapkan audit independen bagi proyek yang mengandalkan AI untuk analisis data kritis.
- Menyediakan pelatihan bagi peneliti tentang batasan dan tanggung jawab etis AI.
BRIN juga menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga akademik, industri teknologi, dan regulator untuk menciptakan ekosistem riset yang berkelanjutan dan terpercaya. Dengan menegakkan standar etika, diharapkan inovasi AI dapat mempercepat penemuan ilmiah tanpa mengorbankan kejujuran akademik.