Setapak Langkah – 30 Mei 2026 | Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Pelindungan WNI melaporkan bahwa enam dari tujuh relawan Indonesia yang bergabung dalam Global Sumud Land Convoy (GSLC) berhasil kembali ke tanah air setelah mengalami kendala di Libya.
GSLC merupakan inisiatif internasional yang mengirimkan bantuan kemanusiaan dan dukungan logistik ke wilayah-wilayah konflik, termasuk Libya. Tim Indonesia yang terdiri dari tujuh orang berangkat pada awal 2024 dan sempat terhenti karena situasi keamanan serta kendala administrasi di Libya.
Berikut rangkuman proses repatriasi:
- Koordinasi awal dilakukan oleh Kedutaan Besar RI di Tripoli bersama otoritas setempat.
- Kemlu mengaktifkan Direktorat Pelindungan WNI untuk mengatur penerbangan kembali melalui jalur udara regional.
- Enam relawan tiba di Bandara Internasional Soekarno‑Hatta pada tanggal yang belum dipublikasikan dan langsung diproses oleh tim konsuler.
- Satu relawan tersisa berada di Istanbul, Turki, untuk menyelesaikan urusan administrasi dan diperkirakan akan kembali dalam beberapa hari ke depan.
Pejabat Kemlu menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi WNI di luar negeri, terutama yang terlibat dalam misi kemanusiaan. “Kami selalu siap memberikan bantuan konsuler dan logistik bagi warga negara yang membutuhkan, termasuk dalam situasi darurat,” ujarnya.
Relawan yang kembali melaporkan pengalaman mereka selama berada di Libya, termasuk tantangan logistik, keamanan, dan interaksi dengan komunitas lokal. Mereka berharap pengalaman ini dapat memperkaya kapasitas Indonesia dalam kontribusi internasional di bidang bantuan kemanusiaan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri terus memantau situasi relawan yang masih berada di Istanbul dan akan mengatur keberangkatannya secepat mungkin.