Setapak Langkah – 25 Mei 2026 | Pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai bahwa perpanjangan jaringan Light Rail Transit (LRT) dari Stasiun Velodrome menuju kawasan Dukuh Atas berpotensi signifikan mengurangi kemacetan di jalur utama Jakarta.
- Kapasitas harian LRT diproyeksikan mencapai 250.000 penumpang, mengurangi tekanan pada jaringan jalan.
- Waktu tempuh antara Velodrome dan Dukuh Atas diperkirakan hanya 10‑12 menit, jauh lebih singkat dibandingkan perjalanan dengan mobil.
- Integrasi dengan jaringan Transjakarta dan MRT mempermudah perpindahan moda, memperluas jaringan transportasi massal.
Herlambang juga menyoroti dampak ekonomi positif, seperti penurunan biaya bahan bakar, pengurangan waktu produktif yang hilang akibat kemacetan, serta peluang investasi di sekitar stasiun baru. Selain itu, pembangunan ini diharapkan menstimulus pertumbuhan properti dan perdagangan di wilayah sekitar Velodrome dan Dukuh Atas.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan LRT dalam mengatasi kemacetan bergantung pada koordinasi yang baik antara operator LRT, pemerintah daerah, serta kebijakan penegakan aturan lalu lintas. Tanpa dukungan tersebut, potensi manfaat yang telah direncanakan bisa tidak optimal.