Setapak Langkah – 19 Mei 2026 | Setiap 15 Mei dunia memperingati Hari Nakba, hari mengenang pemindahan paksa rakyat Palestina dari tanahnya pada 1948 oleh kekuatan Zionis‑Israel. Peristiwa itu menandai titik kritis dalam sejarah Timur Tengah, memicu penderitaan yang masih terasa hingga kini.
Di Indonesia, peringatan Nakba dipadukan dengan semangat Bandung Spirit, warisan konferensi Asia‑Afrika 1955 yang menegaskan solidaritas antarbangsa yang baru merdeka. Kedua tema ini menyoroti satu kesamaan: tuntutan keadilan dan kedaulatan bagi bangsa‑bangsa yang pernah atau masih mengalami penjajahan.
Berikut beberapa poin penting yang mengaitkan Nakba dengan tugas moral Asia‑Afrika:
- Kedaulatan tanah air: Seperti Indonesia yang melawan kolonialisme, Palestina menuntut hak atas wilayah historisnya.
- Solidaritas anti‑imperialisme: Negara‑negara Asia‑Afrika pada era 1950‑60 membentuk blok politik untuk menolak dominasi Barat; dukungan terhadap Palestina merupakan kelanjutan semangat tersebut.
- Prinsip non‑intervensi dan dialog: Bandung Spirit menekankan penyelesaian sengketa lewat diplomasi, bukan kekerasan, yang relevan dengan upaya perdamaian di Timur Tengah.
- Pendidikan sejarah: Mengajarkan generasi muda tentang Nakba dan Bandung Spirit memperkuat kesadaran akan hak asasi manusia.
Indonesia terus menegaskan posisi pro‑Palestina dalam forum internasional, termasuk PBB, G20, dan Gerakan Non‑Blok. Pemerintah menolak segala bentuk aneksasi dan menyoroti pentingnya solusi dua negara yang adil.
Namun, tantangan tetap ada. Konflik berlarut‑larut, politik internal Palestina, serta kepentingan geopolitik negara‑negara besar memperumit pencapaian perdamaian. Di sinilah peran moral Asia‑Afrika dapat menjadi katalisator: mengingatkan dunia bahwa hak atas tanah, identitas, dan kebebasan tidak boleh dikorbankan demi kepentingan strategis.
Secara praktis, beberapa langkah konkret dapat diambil:
- Meningkatkan kerja sama akademik dan budaya antara universitas Indonesia dengan lembaga pendidikan Palestina.
- Menggalang dukungan politik melalui resolusi bersama di organisasi regional seperti ASEAN dan OIC.
- mendorong kampanye internasional yang menyoroti pelanggaran hak asasi manusia di Gaza tanpa menimbulkan polarisasi.
- Memperkuat jaringan media independen untuk melaporkan fakta di lapangan secara akurat.
Dengan menghidupkan kembali semangat Bandung Spirit, Indonesia tidak hanya mengingat sejarah, tetapi juga menegaskan komitmen moralnya terhadap keadilan bagi Palestina dan semua bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan.