Setapak Langkah – 18 Mei 2026 | Mentri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa hingga kini sebanyak 57.600 usaha mikro, kecil, dan menengah telah bergabung sebagai pemasok dalam program Makanan Berbasis Gizi (MBG). Program ini bertujuan menyediakan bahan pangan berkualitas bagi program gizi nasional, khususnya di sekolah dan panti sosial.
Partisipasi tersebut mencakup berbagai sektor produksi, mulai dari peternakan, pertanian, pengolahan makanan, hingga kemasan. Berikut rincian sektoral yang terlibat:
| Sektor | Jumlah UMKM |
|---|---|
| Pertanian | 22.400 |
| Peternakan | 12.800 |
| Pengolahan Makanan | 15.200 |
| Kemasan & Logistik | 7.200 |
Keberadaan lebih dari lima puluh ribu UMKM dalam rantai pasokan MBG diharapkan dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi lokal. Menteri menekankan beberapa manfaat utama:
- Peningkatan pendapatan UMKM melalui kontrak jangka panjang.
- Peningkatan kualitas dan standar produk makanan.
- Penciptaan lapangan kerja baru, terutama di daerah pedesaan.
- Penguatan jaringan distribusi yang lebih efisien.
Selain manfaat ekonomi, program MBG juga berkontribusi pada tujuan gizi nasional dengan memastikan bahan baku yang dipilih memenuhi standar nilai gizi yang ditetapkan pemerintah. Maman menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau kualitas pasokan serta memberikan pelatihan teknis kepada UMKM untuk meningkatkan kompetensi produksi.
Namun, tantangan tetap ada. Beberapa UMKM mengaku masih menghadapi kendala dalam akses modal, sertifikasi halal, serta adopsi teknologi modern. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian UMKM berencana meluncurkan program pendampingan yang mencakup:
- Penyediaan kredit bersubsidi melalui bank mitra.
- Pelatihan sertifikasi halal dan standar mutu.
- Fasilitasi adopsi teknologi digital untuk manajemen rantai pasok.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan partisipasi UMKM dalam program MBG tidak hanya bertahan, tetapi juga meningkat secara signifikan pada tahun-tahun mendatang, memperkuat posisi usaha kecil dalam perekonomian nasional.