Setapak Langkah – 16 Mei 2026 | Antara menampilkan dua berita penting pada 15 Mei 2024: rangkaian pilihan destinasi wisata di Korea Selatan dan laporan keuangan Honda Motor yang mencatat kerugian operasional pertama sejak berdiri. Kedua topik ini mencerminkan dinamika sektor pariwisata dan otomotif di Asia.
Berikut beberapa tempat wisata utama yang disorot untuk kunjungan ke Korea, lengkap dengan keunikan masing‑masing:
- Seoul – ibukota yang memadukan warisan historis seperti Istana Gyeongbokgung dengan gedung pencakar langit modern.
- Busan – kota pesisir dengan Pantai Haeundae, pasar ikan Jagalchi, serta festival budaya tahunan.
- Jeju Island – destinasi alam dengan lava tube, Air Terjun Jeongbang, dan taman tematik Seongsan Ilchulbong.
- Gyeongju – bekas ibu kota Silla, dikenal sebagai “museum terbuka” berisi kuil, batu nisan, dan artefak kuno.
- Incheon – gerbang masuk utama lewat Bandara Internasional Incheon, serta kawasan Chinatown dan Songdo International Business District.
Pariwisata Korea terus tumbuh berkat promosi budaya pop (K‑pop, drama) dan kemudahan akses transportasi. Pemerintah setempat menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan asing hingga 15 % pada akhir tahun, dengan fokus pada pengembangan ekowisata dan pengalaman digital.
Sementara itu, Honda Motor mengumumkan kerugian operasional sebesar ¥ 120 miliar (sekitar USD 1,1 miliar) untuk kuartal pertama tahun fiskal 2024. Penyebab utama meliputi:
- Penurunan penjualan mobil konvensional di pasar utama seperti Amerika Utara dan Jepang.
- Biaya tinggi untuk transisi ke kendaraan listrik, termasuk investasi pada baterai dan infrastruktur produksi.
- Gangguan rantai pasokan semikonduktor yang memperlambat produksi.
Data keuangan singkat dapat dilihat pada tabel berikut:
| Item | Nilai (¥ miliar) |
|---|---|
| Pendapatan | 9 200 |
| Biaya Operasional | 9 320 |
| Kerugian Operasional | 120 |
Kerugian pertama ini menandai perubahan strategi Honda, yang kini mempercepat peluncuran model listrik dan mengoptimalkan biaya produksi. Pengamat pasar memperkirakan perusahaan dapat kembali mencatat laba pada kuartal kedua atau ketiga, tergantung pada stabilitas pasokan chip dan respons konsumen terhadap kendaraan listrik baru.
Secara keseluruhan, perkembangan wisata Korea menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi berbasis layanan, sedangkan tantangan Honda mencerminkan transisi industri otomotif global menuju elektrifikasi. Kedua fenomena tersebut memberikan gambaran tentang bagaimana sektor-sektor utama Asia menyesuaikan diri dengan perubahan permintaan dan teknologi.