Setapak Langkah – 05 Mei 2026 | Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif menjadi faktor utama dalam upaya menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia.
Dalam sambutan yang diberikan pada sebuah forum kebijakan ekonomi nasional, Menko PM menekankan bahwa UMKM menyerap lebih dari 60% tenaga kerja negara dan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terus meningkat. Sementara itu, ekonomi kreatif—yang mencakup industri film, musik, fashion, kuliner, dan desain—memberikan peluang kerja baru yang berpotensi mengangkat rumah tangga miskin ke jenjang ekonomi menengah.
Ia menguraikan tiga langkah strategis pemerintah untuk memperkuat kedua sektor tersebut:
- Mempermudah akses permodalan melalui skema kredit lunak, dana bergulir, dan platform fintech yang terintegrasi dengan lembaga keuangan konvensional.
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan digital, sertifikasi kompetensi, dan program inkubator bisnis yang berfokus pada inovasi produk.
- Mengoptimalkan regulasi dan perlindungan hak kekayaan intelektual sehingga pelaku ekonomi kreatif dapat memasarkan karya secara lebih luas tanpa hambatan birokrasi.
Pemerintah juga berkomitmen untuk memperluas jaringan pasar, baik domestik maupun internasional, melalui pameran dagang, e‑commerce nasional, serta kerja sama bilateral dengan negara‑negara sahabat. Menko PM menambahkan bahwa data terbaru menunjukkan penurunan angka kemiskinan sebesar 1,5 poin persentase pada kuartal terakhir, yang ia kaitkan langsung dengan pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif.
Dengan menempatkan UMKM dan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung strategi pengentasan kemiskinan, pemerintah berharap dapat menciptakan pertumbuhan inklusif yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas.