Setapak Langkah – 05 Mei 2026 | Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL), Junas Miradiarsyah, mengumumkan bahwa babak semifinal dan final musim 2026 akan dilaksanakan dengan sistem best-of-five. Keputusan ini diambil guna meningkatkan kompetisi, memberikan peluang lebih adil bagi tim, serta menambah nilai hiburan bagi penonton.
Berikut adalah beberapa alasan utama di balik perubahan format tersebut:
- Meningkatkan kompetitivitas: Tim harus mampu tampil konsisten selama tiga hingga lima pertandingan, bukan hanya satu kali penentu.
- Menjaga kepentingan penonton: Lebih banyak pertandingan berarti peluang lebih besar bagi fanbase untuk menyaksikan aksi tim favorit mereka.
- Memperkuat nilai komersial: Penambahan jumlah pertandingan membuka peluang sponsor dan hak siar televisi untuk memperluas eksposur.
Jadwal resmi untuk semifinal dan final telah dirilis, dengan rincian sebagai berikut:
| Babak | Tanggal Mulai | Tanggal Akhir | Lokasi |
|---|---|---|---|
| Semifinal (Game 1) | 12 September 2026 | 12 September 2026 | Gor Mahaka, Jakarta |
| Semifinal (Game 2-5) | 14 September 2026 | 22 September 2026 | Gor Mahaka, Jakarta |
| Final (Game 1) | 25 September 2026 | 25 September 2026 | Gor Mahaka, Jakarta |
| Final (Game 2-5) | 27 September 2026 | 5 Oktober 2026 | Gor Mahaka, Jakarta |
Dengan format best-of-five, tim yang memenangkan tiga pertandingan pertama akan otomatis melaju ke babak berikutnya. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi faktor keberuntungan yang sering muncul pada pertandingan satu kali saja, serta memberikan ruang bagi strategi pelatih untuk beradaptasi antar game.
Para pemain dan pelatih juga menyambut baik keputusan ini. Sebagai contoh, pelatih tim peringkat teratas menyatakan, “Kami siap menghadapi tantangan lebih lama, karena persiapan fisik dan taktik kami sudah dioptimalkan untuk seri panjang.”
IBL menargetkan bahwa perubahan format ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas kompetisi domestik, tetapi juga menambah daya tarik liga di mata komunitas basket Asia. Jika sukses, best-of-five berpotensi menjadi standar bagi musim-musim berikutnya.