Setapak Langkah – 03 Mei 2026 | Ribka Tjiptaning, juru bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menyampaikan pidato singkat pada peringatan May Day yang digelar partai tersebut pada hari Senin, 1 Mei 2024. Dalam sambutannya, ia menekankan agar para ibu tidak menyalurkan kemarahan mereka pada suami yang berpendapatan rendah, melainkan mengarahkan rasa frustrasi kepada struktur sistemik yang menekan upah buruh.
- Upah minimum regional (UMR) yang bervariasi dan belum menyesuaikan dengan inflasi.
- Keterbatasan akses bagi pekerja informal untuk memperoleh hak-hak ketenagakerjaan.
- Kurangnya penegakan regulasi upah lembur dan tunjangan sosial.
Ribka mengajak para ibu untuk menjadi agen perubahan dengan menuntut reformasi kebijakan upah, peningkatan perlindungan sosial, dan penegakan hukum yang adil bagi seluruh pekerja, termasuk mereka yang berstatus informal. Ia menutup pidatonya dengan ajakan kepada semua pihak, terutama partai politik dan pemerintah, untuk berkolaborasi dalam menciptakan sistem ekonomi yang lebih inklusif.
Pidato tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta May Day PDIP, yang menandai komitmen partai dalam memperjuangkan hak-hak buruh serta menegaskan posisi politik PDIP yang pro‑pekerja.