Setapak Langkah – 02 Mei 2026 | Polisi Metro Jaya tengah menggencarkan operasi untuk mengungkap dan menahan donatur serta tokoh intelektual yang diduga berada di balik rencana kerusuhan saat peringatan Hari Buruh (May Day) 2026 di Jakarta.
Beberapa langkah utama yang diambil pihak kepolisian meliputi:
- Pengumpulan data intelijen melalui pemantauan media sosial dan jaringan komunikasi tertutup.
- Pembentukan tim gabungan antara Polresta, Detasemen Khusus, dan satuan anti‑teror untuk melakukan penyelidikan terkoordinasi.
- Penangkapan simultan di beberapa titik strategis, termasuk kawasan bisnis dan pemukiman di pusat Jakarta.
- Pemeriksaan barang bukti digital untuk melacak aliran dana dan instruksi operasional.
Rencana kerusuhan tersebut dikabarkan ingin memanfaatkan momentum peringatan Hari Buruh yang biasanya diisi dengan demonstrasi pekerja, sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan properti dan gangguan keamanan publik.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan tegas ini bertujuan mencegah eskalasi kekerasan dan melindungi hak warga untuk merayakan hari kerja dengan aman. Kepala Divisi Intelijen Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Julius Santoso, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlanjut untuk mengidentifikasi sumber dana lebih lanjut serta jaringan pendukung di luar kota.
Reaksi masyarakat beragam; sebagian mengapresiasi langkah cepat aparat, sementara yang lain menilai perlunya penegakan hukum yang tetap menghormati kebebasan berserikat. Observers menekankan pentingnya dialog antara pemerintah, serikat pekerja, dan pihak keamanan guna menghindari ketegangan di hari peringatan berikutnya.
Polisi menutup penyelidikan dengan harapan tidak ada lagi upaya mengganggu ketertiban umum pada peringatan Hari Buruh mendatang, serta menegaskan komitmen untuk menindak tegas semua pihak yang terlibat dalam provokasi kekerasan.