Setapak Langkah – 02 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada peringatan Hari Buruh di Monas, Jakarta, dengan menyoroti program Mandiri Baca Gizi (MBG). Dalam kesempatan itu, ia menanyakan secara langsung kepada para pekerja apakah program tersebut dirasa bermanfaat bagi mereka dan keluarga.
Program MBG diluncurkan oleh pemerintah sebagai upaya meningkatkan status gizi anak usia dini melalui pemberian makanan bergizi di sekolah dan posyandu, serta mengedukasi orang tua tentang pola makan seimbang. Menurut data resmi, sejak peluncuran awal tahun ini, lebih dari 1,2 juta anak telah terdaftar dalam program tersebut.
- Pengaruh pada gizi anak: Penurunan tingkat stunting sebesar 4,3% di wilayah penerima MBG.
- Dampak ekonomi: Peningkatan pendapatan petani lokal sebesar 7% berkat pembelian bahan pangan lokal untuk program.
- Peningkatan kesadaran: Lebih dari 80% orang tua menyatakan memahami pentingnya gizi seimbang setelah mengikuti pelatihan MBG.
Namun, tidak semua pihak menyambut program ini dengan antusias. Beberapa serikat buruh mengkritik bahwa implementasi masih belum merata, terutama di daerah terpencil, dan menuntut transparansi alokasi dana.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan serta partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan, termasuk serikat pekerja, petani, dan lembaga pendidikan, untuk memastikan manfaat MBG dapat dirasakan secara luas.
Pidato Presiden diakhiri dengan ajakan kepada para buruh untuk terus mendukung kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi, sambil menunggu hasil evaluasi lebih lanjut mengenai efektivitas program MBG.